Tokoh Masyarakat Bersama Tokoh Agama Gelar Doa Bersama dan Deklarasi Kebangsaan

Polres Kendal – Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita, S.H., M.H. mengingatkan tentang bahayanya ancaman paham radikalisme dan paham yang bertentangan dengan Pancasila serta Bhineka Tunggal Ika yang dapat merusak tatanan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kapolres menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam gelaran Doa Anak Bangsa dan Deklarasi Kebangsaan dalam rangka Merajut Kebhinekaan dan Memperkokoh Persatuan bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Elemen Masyarakat di Lapangan Tenis Indoor Polres Kendal, Minggu (27/10/2019) malam.

“Ancaman ini harus menjadi perhatian bersama, benih-benih radikalisme harus diantisipasi dan jangan dibiarkan,” kata Kapolres Kendal.

Selain itu Kapolres juga menambahkan semua harus menjaga supaya generasi penerus tidak lupa jati diri sebagai bangsa Indonesia dan sebagai umat Islam. Jangan sampai generasi muda gagal paham dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Disampaikan pula oleh AKBP Hamka, bahwa beberapa waktu yang lalu bangsa ini telah melakukan proses demokrasi yang menyita perhatian semua kalangan dan menjadikan sebuah pekerjaan yang berat bagi semua elemen masyarakat. Namun, berkat doa semua elemen masyarakat dan kerja keras semua dapat berjalan aman dan damai.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga situasi kondisi, sehingga pelaksanaan pemilu sampai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI berjalan aman dan lancar,” ungkap AKBP Hamka.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga berharap agar tetap terjaga komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan berbangsa.

Acara doa bersama dan Deklarasi Kebangsaan juga dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal Drs KH Asroi Tohir dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama KH Ubaidilah.

Ketua MUI Kendal, K.H. Asroi Thohir mengatakan, bahwa cinta tanah air sebagian dari iman. Indonesia mempunyai sumber kekayaan yang luar biasa, sehingga banyak bangsa lain tertarik dengan Indonesia.

Maka sebagai tanda cinta kepada tanah air, kita harus merawat dan mengelola dengan baik yaitu dengan menciptakan situasi aman.

“Para ulama bersama umaro harus konsen untuk menjaga tanah air. Tingkatkan solidaritas dan kebersamaan untuk menjaga. Adanya perbedaan harus disikapi dengan baik. Ingat, bahwa Islam itu tidak pernah menyakiti sesama,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua FKUB Kendal, K.H. Ubaidillah yang mengajak semua tokoh agama untuk menjaga kerukunan dan menjaga wilayah Kendal yang kondusif, tenteram dan damai dan saling menyayangi. Belaiu juga berpesan agar jangan sampai gagal paham memahami NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.

“Kita harus tetap rukun dan saling gotong royong dengan baik,” ucapnya.

Bagus Prakoso – Humas Polres Kendal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *